Bagian 1
Sepercik cerita masa lalu
Joval adalah seorang pemuda yang bersekolah di salah satu sma swasta dipinggiran kota akane. Sebenarnya ia sudah disuruh oleh petugas keamanan agar pindah dari rumah yang dia tinggali selama sekarang ini, namun dikarenakan ia tidak punya saudara dan jarak ke sekolahnya akan jadi jauh sehingga ia bersikeras untuk tetap tinggal disana walaupun kemungkinan ada resiko untuk penyebaran virus dari pusat kota. Ia adalah pemuda biasa yang hidup sendirian, dalam halekonomi ia setingkat lebih mampu ketimbang fakir miskin, karena ia juga melakukan kerja paruh waktu seusai sekolah. Dirinya ditinggalkan keduaorang tuanya yang sebelumnya bercerai, dan memutuskan untuk menitipkan joval yang saat itu masih smp kepada tetangganya melalui surat, untuk kebutuhan sehari hari ia akan mendapat kiriman sebulan sekali dari orang tuanya yang dititipkan kepada tetangganya tersebut. Namun ia tidak mau menerima uang dari orang tuanya, itulah yang membuat dirinya kerja paruh waktu. Walaupun saat ini ia sudah bisa melupakannya walaupun masih sesekali merasakan sait ketika mengingat apa yang terjadi dengan masa lalunya. Bahkan para saudaranyapun menolak berhubungan dan tak menganggap keberadaannya, karena para kerabat orang tuanya malu dengan kondisi joval saat ini yang masih dibilang sedikit kekurangan dan ditinggalkan orang tuanya. Joval tumbuh layaknya pemuda laki-laki pada umumnya, namun karena ia memiliki masa lalu yang suram dan kelam yang membuatnya mempunyai sikap pemalu, penyendiri, dan dingin. Sifat itu juga yang membuatnya tidak punya teman yang mau bersamanya. “ah untung saja aku masih mempunyai diriku sendiri, dan chh ini semua karena orang tuaku yang tidak tahu diri itu” pikir joval sambil geram dan merasakan sesak di dadanya.

Just Ilustration
Ia tiap hari berangkat dari rumah kecil peninggalan orang tuanya yang sangat sederhana itu. Bisa dibilang sekolahnya itu kurang terkenal dan punya murid sedikit, tapi mau bagimana lagi, ia memilih sekolah disana karena biaya perbulanya yang jauh lebih murah jika dibandingkan sekolah negeri. Ia selalu berangkat sendirian dengan jalan kaki dikarenakan dekat dan ditambah lagi ia tidak punya sepeda. Dalam kegiatan akademis ia dibilang cukup baik, selama ini dia selalu mendapat nilai memuaskan walaupun tidak mendapat peringkat dikelasnya. Ia juga masih bersyukur bisa bersekolah dan menuntut ilmu walupun masa depannya juga belum pasti…