The Story Of The Blast | Bagian 1 – 2 | Kenangan Akan Sulit Hilang

Bagian 1 sub 2

Kenangan Akan Sulit Hilang

Hari-hari disekolahnya sebenarnya membosankan , karena ia hampir tak punay teman yang diajak berinteraksi, dan karena ia jarang berkomunikasi dengan teman sebayanya yang ada di sekolah. Beberapa tahun ini sangat terasa menyakitkan baginya, apalagi tanpa didampingi oleh kasih sayang seorang orang tua. Namun ia mulai terbiasa dengan hal ini walaupun terasa sakit dan sesak.

Ilustrasi sendirian

Tiap hari ia lalui dengan kesepian, setelah pulang dari sekolah yang membosankan ia menyempatkan waktu untuk kerja paruh waktu di sebuah percetakan surat kabar yang agak jauh dari lokasi rumahnya. Joval terbilang cukup rajin dalam bekerja, walaupun ia jarang berkomunikasi dan kenal dengan rekan kerjanya. Selama ini ia jarang sekali bolos dalam bekerja, kalaupun harus izin tidak masuk itupun karena sangat terpaksa. Gaji yang diberikan pun juga tidak terlalu besar, tapi cukuplah untuk kehidupan dirinya dan biaya sekolah.

Joval tumbuh tanpa bimbingan orang tua itu merasa hampa dalam kehidupannya, itu yang ia rasakan ketika memandang teman sebayanya yang bahagia dengan orang tua mereka.

Ilustrasi Cerahnya Malam

Suasana  malam itu sangat tenang dengan langit cerah penuh bintang. Bulan di atas sana membuat suasana malam sedikit benderang. Terlihat Joval sedang berbaring di kasur yang sederhana dengan sedikit jahitan tambalan di sampingnya, tampak ia melamun sambil memandang langit hitam yang tampak di jendelanya dengan kedua tangannya menyangga kepalanya. Waktu itu jam dinding menunjukkan pukul delapan malam. Suara jangkrik menghiasi malam ini, ia menghela nafas dan tak terasa air mata meleleh ke pipinya, ia mengusapnya dan berkata dalam hati bahwa ia pasti kuat menjalani hidup ini sendirian. Nafasnya muali berat dan matanya sudah tak sanggup terbuka lagi, rasa kantuk dan penat hari ini setelah jam kerjanya ditambah dua jam membuatnya tak kuat beraktivitas lagi…

Tinggalkan komentar