The Story Of The Blast | Bagian 2 | Sebuah Mimpi Khayalan

Bagian 2

Sebuah Mimpi Khayalan

Dalam tidur nyenyaknya yang dalam ia melihat kota akane yang rusuh ketika malam, ia bisa membyangkan betapa rusuhnya kota yang sebenarnya sangat maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, gang-gang kecil disana bagaikan lorong  neraka, mengancam orang  yang melewatinya. Ia melihat para imuan menjadi gila dengan menciptakan virus psikologis baru untuk membuat orang lain ikut terjangkit infeksinya. Namun malam itu ia melihat sebuah cahaya kebenaran, seorang yang gagah dengan jubah dan kacamata hitam, mampu menyadarkan orang yang terinfeksi dengan kekuatan keyakinan dan tatapan matanya. Seorang dengan aura kebenaran, banyak orang yang menaruh harapan untuk bisa menumpas dan mencabut habis wabah mencekm ini.

Ilustrasi Orang Berjubah

Seketika itu juga joval menyadari hawa dingin malam hingga merasakan menggigil kedinginan dan terbangun dari tidurnya, jam dinding menunjukkan pukul satu malam. Ia mengambil selimutnya dan mencoba untuk tidur kembali, namun ia masih terbayang-bayang akan mimpinya tadi, ia masih hafal betul alur mimpinya. Joval mencoba mencerna dan mentafsirkan apapun yang ada dalam mimpinya tadi, namun akhirnya ia gagal paham dan masih belum mengerti apa dan tentang apa mimpinya tadi. Sepertinya ia mulai kembali mengantuk dan ia tertidur kembali dan berharap mengetahui mimpi apa yang baru kali ini ia dapatkan…

Tinggalkan komentar